Filosofi Permainan Tradisional. Ayah Bunda kemungkinan kita menyaksikan pemain tradisional itu simpel, rupanya filosofi permainan tradisional tidak sesimpel yang kita saksikan. Periode kecil kita memang seringkali diwarnai dengan beragam jenis permainan, baik itu berbentuk handphone atau mainan tradisional. Tidak ada hari tanpa main dasarnya. Baik bermain bersama rekan atau dengan orangtua pada waktu itu.

Filosofi Permainan Tradisional

Filosofi Permainan Tradisional

Tetapi siapa kira jika rupanya tiap permainan tradisional yang kita permainkan itu memiliki kandungan arti filosofis yang paling dalam. Ternyata memang nenek moyang-leluhur kita yang membuat macam permainan tradisional itu menyengaja menyelipkan arti yang dalam. Seperti coba mendidik kita dengan mengimplementasikannya ke sebuah permainan. Entahlah kita mengetahuinya atau mungkin tidak.

Karena itu saya telah meringkas khusus untuk kamu mengenai filosofi permainan tradisional yang kemungkinan sedikit dijumpai orang. Rupanya, apa yang kita kerjakan saat ini kurang lebih dipengaruhi oleh mainan yang dahulu kita permainkan lho. Tidak yakin? Ini faktanya!

filosofi permainan tradisional yang kemungkinan sedikit dijumpai orang

-Galasin
Galasin ialah permainan yang sudah dilakukan bergerombol. Bermainnya memiliki sifat mengadang musuh. Tubuh yang menjaga bekerja seperti pintu gerbang yang coba menepis musuh yang ingin melaluinya. Permainan ini rupanya memiliki kandungan arti yang dalam selainnya nilai kebersama-samaan dan kesolidan.

Permainan coba tembus gerbang ini memiliki makna untuk selalu usaha melalui tiap rintangan yang ada. Disamping itu untuk tumbuhkan pengetahuan jika antara pintu yang tertutup, maka ada pintu yang lain terbuka tentu saja dengan usaha.

-Egrang
Permainan yang memakai bambu sebagai injakannya ini sekarang ini sangat jarang-jarang dijumpai, terkecuali dalam festiva-festival tertentu. Rasa optimis benar-benar punya pengaruh pada permainan ini, ketika optimis telah tumbuh, automatis kesetimbangan badan akan terbangun.

Arti yang terdapat di dalam permainan ini ialah saat kehidupan sedang tidak memihak pada kita, percayalah jika dengan semangat dan optimis yang tinggi, semuanya bisa dilewati. Hasilnya, kesetimbangan hidup akan terjaga Filosofi Permainan Tradisional.

-Engklek
Engklek atau yang umum dikatakan sebagai Taplak ini dimainkan di jalanan yang dapat dilukis dengan memakai kapur atau batu bata. Umumnya permainan ini cuma dimainkan oleh anak wanita secara pribadi.

Filosofi yang terdapat di dalam permainan ini sebuah lambang di dalam meraih kekuasaan atau mempunyai rumah. Hal tersebut pasti tidak gampang diraih. Seorang harus kuat saat menjalankan semua persoalan kehidupan yang ada.

-Congklak
Rasanya sebagian besar anak wanita di Indonesia pernah rasakan yang bernama main congklak. Mainan ini dilaksanakan secara berpasangan dengan isi beberapa lubang yang ada dengan biji yang disiapkan. Permainan ini mempunyai nilai filosofi yang tinggi.

Dalam permainan ini ada 7 biji lubang di setiap seginya. Tiap lubang itu berisi 7 biji biji. 7 sebagai jumlah hari pada sebuah minggu. Istilahnya, tiap orang mempunyai porsi makan yang sama di dalam waktu 1 minggu.

Permainan ini mengajari berkenaan tiap hari yang kita lalui pasti punya pengaruh pada beberapa hari seterusnya, begitupula sama orang lain. Selain itu permainan ini mengajari kita tentang “take and give” yang dilambangkan dengan ambil dan menyimpan biji pada setiap lobang itu.

-Hompimpa
Saat sebelum mengawali beberapa permainan umumnya kita lakukan yang bernama “hompimpa” atau “gambreng” untuk tentukan barisan atau siapakah yang jalan lebih dulu. Undian ini mempunyai lagu yang mengeluarkan bunyi “hompimpa alai hom gambreng”. Tetapi rupanya siapa tahu jika kata “hom” bisa disimpulkan sebagai “Tuhan”. Dan “hompimpa alai hom” bisa disimpulkan sebagai dari Tuhan akan balik pada Tuhan. Permainan ini ibarat mengajari mengenai kehidupan manusia yang hendak kembali lagi ke Tuhannya sebentar sesudah mereka menjumpai ajalnya masing-masing.

-Petak Umpet
Rasanya semuanya orang memang pernah mainkan permainan hebat ini. Permainan yang mewajibkan kita sembunyi dari pandangan rekan yang “menjaga” sampai pada waktunya kita diketemukan sampai yang menjaga berteriak “hong!” sekalian disebutkan namanya. Karena itu yang kedapatan dari tempat persembunyiannya tidak bisa pergi ke mana saja, harus bersisihan terus sama orang yang mendapatinya sambil menyaksikan permainan yang berjalan sampai kumpul semua.

Siapakah yang kira jika permainan ini hanya lambang berkenaan kehidupan di dunia dan sesudah kematian. Beberapa orang yang bermain dapat dicontohkan sama orang yang hidup di dunia. Saat mereka diketemukan, itu pertanda mereka telah diundang oleh Tuhan untuk berpulang. Sampai saat sebelum semua diundang Tuhan, mereka melihat kehidupan di dunia.

-Lompat Tali
Permainan lompat tali kemungkinan sering dipakai oleh wanita, tetapi seringkali anak-anak laki suka juga masuk ikut-ikutan main. Permainan melonjak tali yang dibuat dari karet ini mempunyai tinggi halangan yang makin tinggi. Arti dari permainan ini ialah banyaknya halangan yang mengadang di kehidupan. Makin dewasa, makin besar rintangannya. Sampai pada waktunya “merdeka”, kita bisa terlepas dari semua jenis halangan. Yang diartikan dengan merdeka ialah kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Rupanya memang banyak atau sedikit output dari macam permainan tradisional itu punya pengaruh pada kita. Pembuatan sebuah permainan memang rupanya harus dipikir dengan masak. Harus memiliki kandungan arti dan nilai yang dalam agar dapat diterapkan di masa datang.

Ayah Bunda di zaman now sekarang ini kita sebagai orangtua janganlah sampai lupa memperkenalkan dan mengajari permainan tradisional, di artikel awalnya saya sudah menerangkan faedah permainan tradisional baik pada perkembangan dan perubahan ananda. Karena dalam permainan tradisional kekuatan ananda mendapatkan stimulan. Mudah-mudahan berguna Ayah Bunda membaca artikel ini.